Khamenei Kecam Saudi dan AS karena Bentuk Aliansi Baru Musuhi Iran

517
Iran's Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei waves during a ceremony marking the death anniversary of the founder of the Islamic Republic Ayatollah Ruhollah Khomeini, in Tehran, Iran, June 4, 2017. Leader.ir/Handout via REUTERS

Palanta Minang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengecam Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi karena membentuk aliansi baru untuk memusuhi Iran. Menurutnya, usaha AS dan Saudi tidak akan membuahkan hasil.

Pembentukan aliansi baru itu muncul saat Presiden AS Donald Trump berkunjung ke Riyadh beberapa waktu lalu. Aliansi baru ini beranggotakan negara-negara Arab dengan Riyadh sebagai pusat operasi yang mereka namanya sebagai operasi kontra-terorisme.

Trump telah menunjuk Iran sebagai sumber dana utama dan pendukung utama kelompok militan. Tuduhan itu muncul dua hari setelah pemilihan presiden Iran, di mana Hassan Rouhani kembali terpilih sebagai presiden untuk periode kedua.

Selama kunjungan Trump ke Riyadh, AS berhasil membuat kesepakatan penjualan senjata dengan Arab Saudi senilai USD110 miliar atau sekitar Rp1.328 triliun. Riyadh hingga kini tercatat sebagai saingan utama Iran.

Khamenei menyebut kunjungan Trump ke Riyadh tersebut sebagai tampilan yang kurang ajar.

”Presiden AS berdiri di samping para pemimpin suku dan melakukan tarian pedang, namun mengkritik sebuah pemilu Iran dengan 40 juta suara,” kata Khamenei dalam sebuah pidato yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi pemerintah Iran, sebagaimana dilansir Reuters, Senin (5/6/2017).

”Bahkan dengan suap multi-miliar dolar ke Amerika, Saudi tidak dapat mencapai tujuan mereka di kawasan ini,” katanya.

Khamenei menuduh Washington memiliki standar ganda. Sebab, kata Khamenei, AS menutup mata terhadap pembunuhan orang-orang Yaman di masjid, jalan dan rumah mereka, sambil mengklaim mempromosikan hak asasi manusia di seluruh dunia.

Arab Saudi merupakan pemimpin koalisi Arab yang memerangi kelompok pemberontak Houthi di Yaman. Saudi menuding Houthi merupakan sekutu Iran di Yaman.

Sumber: sindonews.com

Comments

comments

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY